Tpptamiang.web.id | Manyak Payed (Aceh Tamiang).
Komitmen Tenaga Pendamping Profesional (TPP) P3MD Provinsi Aceh dalam memperkuat kapasitas pendamping desa kembali membuahkan apresiasi. Melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, TPP Aceh terus meningkatkan kualitas pendampingan bagi masyarakat desa sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak pembangunan ekonomi lokal.
Salah satu bentuk nyata sinergi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh, yang memberikan program capacity building kepada para TPP. Kegiatan ini membekali peserta dengan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana edutainment, strategi komunikasi publik, hingga kemampuan public speaking yang komprehensif.
Ketua Koordinator TPP-P3MD Provinsi Aceh, Busra, ST, MM, menegaskan bahwa kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi setiap pendamping desa. Menurutnya, TPP tidak hanya dituntut memahami regulasi dan program pembangunan, tetapi juga harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif, menarik, dan mudah dipahami.
“Di era digital saat ini, media sosial bukan sekadar ruang berbagi informasi, tetapi juga menjadi media edukasi yang mampu memperkenalkan potensi desa, mengangkat inovasi lokal, serta menyebarluaskan praktik-praktik terbaik pembangunan desa kepada masyarakat luas,” ujar Busra.
Selain memperoleh penguatan kapasitas dari Bank Indonesia, TPP Aceh juga aktif berpartisipasi dalam Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi melalui Penguatan UMKM dan BUMG yang diselenggarakan oleh Bappeda Aceh di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026.
Dalam forum tersebut, Busra tampil sebagai narasumber dengan materi “Pengembangan BUMDes melalui Pengelolaan Pengetahuan dan Informasi”, yang menekankan pentingnya membangun BUMDes berbasis data, inovasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Kehadiran TPP pada forum strategis ini menunjukkan bahwa pendamping desa tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan administratif, tetapi juga mampu memberikan ide, gagasan, serta sharing knowledge dalam pengembangan ekonomi daerah.
Partisipasi aktif tersebut semakin memperkuat posisi TPP sebagai ujung tombak pembangunan desa yang memiliki kapasitas dalam mendorong pertumbuhan UMKM, penguatan BUMDes/BUMG, serta pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa.
Atas dedikasi dan kontribusinya, Busra, ST, MM selaku Ketua Koordinator TPP-P3MD Provinsi Aceh menerima plakat penghargaan dari dua institusi berbeda.
Penghargaan pertama diserahkan secara simbolis oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, Paham Rupiah yang berlangsung di Banda Aceh pada 22–23 Juli 2026. Selanjutnya, penghargaan kedua diberikan oleh dari pihak Dinas Bappeda Provinsi Aceh pada pelaksanaan Lokakarya Strategi Kolaboratif Pengembangan Ekonomi melalui Penguatan UMKM dan BUMG di Kabupaten Bireuen pada 29–30 Juli 2026.
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi TPP Aceh dalam membangun kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya pendamping desa, serta memperkuat peran TPP sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan desa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.
Melalui semangat kolaborasi yang terus dibangun, TPP Aceh menegaskan komitmennya untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat desa sebagai pendamping yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di era digital. Dengan memperkuat jejaring bersama pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, TPP optimistis desa-desa di Aceh akan semakin maju, tangguh, dan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga pemberitaan ini dipublikasikan, Senin (03/08/26).
penulis : Andi TPP
