Tpptamiang.web.id | Aceh.
Palang Merah Indonesia (PMI) merupakan organisasi kemanusiaan yang memiliki perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. PMI resmi berdiri pada 17 September 1945, tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Pada masa awal berdirinya, PMI turut berperan memberikan pertolongan kepada para korban perang serta masyarakat yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Seiring perkembangan zaman, peran PMI semakin luas. Tidak hanya dalam pelayanan donor dan penyediaan darah, PMI juga hadir dalam penanganan berbagai situasi kedaruratan dan bencana, mulai dari tanggap darurat, pelayanan kemanusiaan, pemulihan pascabencana hingga upaya pengurangan risiko bencana di tengah masyarakat.
Memperingati Hari Jadi Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81 yang jatuh pada 17 September 2026, Koordinator Tenaga Pendamping Profesional TPP Provinsi Aceh pada Pendamping Desa yang bekerja di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Busra, ST., MM., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh jajaran PMI atas pengabdian dan konsistensinya dalam menjalankan misi kemanusiaan.
“Selamat Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia ke-81. Semoga PMI terus menjadi garda kemanusiaan yang hadir, tanggap dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang menghadapi bencana dan berbagai kondisi darurat,” ujar Busra.
Menurutnya, keberadaan PMI memiliki arti penting dalam membangun ketangguhan masyarakat. Kehadiran relawan dan jajaran PMI di tengah kondisi darurat tidak hanya memberikan bantuan secara langsung, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian, solidaritas dan semangat gotong royong.
“Semangat kemanusiaan tidak mengenal batas. Ketika masyarakat menghadapi musibah, kehadiran para relawan menjadi kekuatan yang memberikan harapan. Inilah nilai yang harus terus kita rawat dan tumbuhkan di tengah masyarakat,” katanya.
Busra juga menilai bahwa upaya pengurangan risiko bencana perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, relawan, lembaga kemanusiaan dan seluruh pemangku kepentingan di daerah.
Menurutnya, masyarakat yang tangguh terhadap bencana bukan hanya masyarakat yang mampu bangkit setelah bencana terjadi, tetapi juga masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan dan kepedulian untuk mengurangi risiko sejak sebelum bencana.
“PMI telah menunjukkan bahwa kerja-kerja kemanusiaan bukan sekadar memberikan bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana membangun kesiapsiagaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tangguh menghadapi risiko bencana,” ungkapnya.
Ia berharap momentum HUT PMI ke-81 dapat menjadi refleksi sekaligus penyemangat bagi seluruh jajaran PMI dan relawan untuk terus memperkuat pelayanan kemanusiaan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Aceh.
“Semoga PMI semakin solid, profesional dan dekat dengan masyarakat. Teruslah bergerak dengan semangat kemanusiaan, membantu tanpa membeda-bedakan dan menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menghadapi setiap tantangan dan bencana,” tutup Busra.
Selamat HUT Palang Merah Indonesia ke-81.
Terus Bergerak untuk Kemanusiaan, Menguatkan Masyarakat, dan Menumbuhkan Ketangguhan.
penulis (Andi Tpp)
