Tpptamiang.web.id | Manyak Payed (Aceh Tamiang).
Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam wilayah kerja Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang yang bekerja dibawah naungan Kementrian Desa Pembangunan Dearah Dan Tertinggal (PDT) terus memperkuat perannya dalam melakukan pendampingan terhadap pemerintah desa, khususnya dalam proses penyusunan dan penutupan pelaporan Buku Kas Desa.
Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang tertib, transparan dan akuntabel. Perangkat desa tidak hanya dituntut mampu melaksanakan berbagai program pembangunan, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam mengelola serta mempertanggungjawabkan setiap proses administrasi dan keuangan desa.
Dalam pelaksanaannya, TPP Kecamatan Manyak Payed memberikan fasilitasi kepada perangkat desa dengan melakukan pengecekan dan pembahasan bersama terhadap pencatatan transaksi keuangan yang telah dilakukan. Hal tersebut mencakup penerimaan, pengeluaran, saldo kas serta kelengkapan administrasi yang menjadi bagian dari proses penutupan Buku Kas.
Pendampingan dilakukan secara langsung agar apabila ditemukan adanya pencatatan yang belum sesuai, kekurangan dokumen maupun data yang perlu diperbaiki, dapat segera diklarifikasi dan diselesaikan bersama perangkat desa, Kamis (20/08/26).
Bukan Sekadar Menyelesaikan Laporan
Bagi TPP, proses penutupan Buku Kas bukan sekadar menyelesaikan kewajiban administrasi. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran bagi perangkat desa untuk memahami bagaimana pengelolaan keuangan desa harus dilakukan secara tertib sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban.
Pendampingan juga diarahkan agar perangkat desa semakin terbiasa melakukan pengecekan secara mandiri sebelum laporan diselesaikan. Dengan demikian, kesalahan administrasi dapat diminimalisir dan kualitas pelaporan keuangan desa dapat terus ditingkatkan.
Peran TPP dalam hal ini bukan mengambil alih tugas perangkat desa, melainkan memberikan penguatan kapasitas, fasilitasi dan pendampingan agar aparatur desa semakin mampu menjalankan tugasnya secara profesional.
Ketika perangkat desa mampu memahami administrasi keuangan, maka pendampingan telah memberikan dampak yang lebih besar daripada sekadar menyelesaikan sebuah laporan.
Buku Kas Menjadi Cermin Pengelolaan Keuangan Desa
Buku Kas mungkin hanya terlihat sebagai catatan angka dan transaksi. Namun, apabila dilihat lebih jauh, Buku Kas merupakan salah satu cermin bagaimana sebuah pemerintahan desa mengelola amanah yang diberikan kepadanya.
Setiap angka yang tercatat memiliki cerita. Ada kegiatan yang dilaksanakan, ada kebutuhan masyarakat yang dipenuhi, ada pembangunan yang direncanakan dan ada anggaran yang harus dipertanggungjawabkan.
Karena itu, ketelitian dalam melakukan pencatatan bukanlah perkara kecil. Kesalahan yang terlihat sederhana dalam administrasi dapat menjadi persoalan ketika laporan harus dipertanggungjawabkan.
Di sinilah pentingnya pendampingan yang dilakukan secara konsisten.
TPP tidak hanya hadir ketika desa mengalami persoalan, tetapi juga mendorong agar perangkat desa memiliki budaya kerja yang lebih tertib sejak awal. Dengan administrasi yang baik, pemerintah desa akan lebih mudah mengetahui posisi keuangannya, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban secara lebih baik.
Membangun Kepercayaan Masyarakat
Pengelolaan keuangan desa pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai angka dan dokumen. Ada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu kepercayaan masyarakat.
Masyarakat berhak mengetahui bahwa anggaran yang dikelola pemerintah desa digunakan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat bagi kepentingan bersama. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari budaya pemerintahan desa, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.
Dalam konteks tersebut, pendampingan TPP khususnya wilayah lingkungan kerja Kabupaten Aceh Tamiang didalam 12 (Dua Belas) Kecamatan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kapasitas desa agar mampu menjalankan pemerintahan secara lebih baik.
TPP mendampingi, perangkat desa melaksanakan, dan masyarakat menerima manfaat dari tata kelola pemerintahan desa yang semakin tertib.

Menuju Desa yang Semakin Mandiri
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan aparatur desa yang tidak hanya mampu menyelesaikan administrasi, tetapi juga memahami substansi dari setiap proses pengelolaan keuangan desa.
Sebab, tujuan akhir pendampingan bukan membuat desa selalu bergantung kepada pendamping. Justru sebaliknya, pendampingan harus mampu membuat perangkat desa semakin percaya diri, terampil dan mandiri dalam melaksanakan tugasnya.
Dengan demikian, proses penyusunan dan penutupan Buku Kas dapat menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah desa untuk melihat kembali kualitas administrasi keuangan yang telah berjalan.
Desa yang maju bukan hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik yang terlihat, tetapi juga dari seberapa tertib pemerintahannya, seberapa transparan pengelolaan anggarannya dan seberapa besar kepercayaan masyarakat terhadap aparatur desanya.
TPP Kabupaten Aceh Tamiang khususnya, akan terus mendorong semangat tersebut melalui pendampingan, fasilitasi dan koordinasi bersama perangkat desa, sehingga tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa di wilayah Kecamatan Manyak Payed dapat terus berkembang menuju pemerintahan desa yang lebih profesional, transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
hadir dalam pelaksanaan tersebut, Leni Yuliani Pendamping Desa (PD), Koordinator Kecamatan Pendamping Desa Junaidi, Kasiani (PLD), Marlina (PD), Asfica Nurliansari, Seketaris Desa Bandung Jaya Mispan Adrian, Operator Desa Seunebok Pidie Fitriani, Seketaris Desa Matang Ara Jawa Wulandari serta operator Desa Dagang Setia Muhammad Khalil.
penulis : Andi TPP
