Tpptamiang.web.id | Aceh Tamiang.
Sepuluh tahun bukan sekadar hitungan waktu. Tetapi Sepuluh Tahun adalah perjalanan panjang yang diisi dengan kinerja, pengabdian, tantangan, serta komitmen untuk terus hadir bersama Desa. Momentum 10 Tahun Hari Bakti Pendamping Desa Tahun 2026 menjadi sebuah refleksi penting bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Aceh Tamiang yang bekerja dibawah Kementrian Desa Pembangunan Daerah Dan Tertinggal, terus berupaya untuk memperkuat kembali semangat mendampingi Desa menuju pembangunan yang lebih mandiri, transparan dan berkelanjutan.
Terkait hal tersebut, Peringatan 10 (sepuluh) Tahun Hari Bakti Pendamping Desa Tahun 2026 ini disampaikan oleh TPP Kecamatan Manyak Payed dan TPP Kecamatan Karang Baru yang mewakili seluruh TPP dalam wilayah kerja Kabupaten Aceh Tamiang, bersama perwakilan perangkat kampung/desa dalam wilayah Kecamatan Manyak Payed, Rabu (7/10/2026)
Bagi Pendamping Desa, satu dekade pengabdian bukanlah perjalanan yang selalu mudah. Di tengah dinamika pemerintahan Desa, perubahan regulasi, keterbatasan sumber daya, persoalan administrasi hingga tantangan pembangunan, pendamping desa dituntut untuk tetap hadir memberikan pendampingan, fasilitasi, penguatan kapasitas dan mendorong desa agar mampu mengelola pembangunan secara lebih baik.
Sepuluh tahun Hari Bakti Pendamping Desa menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa membangun desa bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas aparatur, mengembangkan potensi ekonomi desa serta memastikan masyarakat mendapatkan manfaat dari pembangunan.
Pendamping Desa berada di tengah proses tersebut, Bukan sebagai pengambil keputusan di desa, melainkan sebagai mitra yang mendampingi, memfasilitasi dan mendorong pemerintah desa serta masyarakat agar mampu mengambil keputusan pembangunan secara tepat sesuai kewenangan dan kebutuhan desa.
“Pendamping Desa Hadir Membantu Desa”
Perwakilan Perangkat Kampung Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Azmi, SE, menyampaikan apresiasi atas pengabdian dan pendampingan yang selama ini dilakukan oleh TPP (Tenga Pendamping Profesional) di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang khususnya Kecamatan Manyak Payed
“keberadaan pendamping desa memiliki arti penting bagi pemerintah kampung, terutama dalam membantu perangkat kampung memahami berbagai ketentuan, proses perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan pembangunan dan pengelolaan pemerintahan desa.
“Kami dari perangkat Kampung Sampaimah mengucapkan selamat memperingati 10 (Sepuluh) Tahun Hari Bakti Pendamping Desa Tahun 2026. Semoga para pendamping desa terus diberikan kekuatan dan semangat dalam menjalankan tugas dalam mendampingi desa,”ujar Azmi
Lanjut Azmi sampaikan “Kami sebagai peragkat kampung berharap sinergi antara pemerintah kampung dan Pendamping Desa sebagai TPP (Tenaga Pendamping Profesional) dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pendampingan yang baik sangat membantu pemerintah kampung, khususnya dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas perangkat desa. Mudah-mudahan ke depan kerja sama dan komunikasi antara pemerintah kampung dengan pendamping desa semakin baik,”Akhir Penyampaian harapan Azmi.

“Sepuluh Tahun Adalah Perjalanan Pengabdian”
Sementara itu, TPP Pendamping Desa (PD) Kecamatan Manyak Payed, Leni Yuliani, S.Sos, mengatakan bahwa momentum 10 Tahun Hari Bakti Pendamping Desa bukan hanya menjadi perayaan, tetapi juga kesempatan untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pengabdian para pendamping desa.
Menurut Leni, selama satu dekade Pendamping Desa telah menjadi bagian dari proses perjalanan pembangunan desa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.
“Sepuluh tahun Hari Bakti Pendamping Desa merupakan momentum untuk kita semua melakukan refleksi. Banyak hal yang telah kita lalui bersama desa, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan pembangunan desa,”ujar Leni
Leni juga menegaskan bahwa “semangat pendampingan harus terus dijaga dengan mengedepankan profesionalitas, integritas, komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah desa serta masyarakat.
“Pendamping Desa harus terus hadir memberikan pendampingan sesuai tugas dan fungsinya. Kita tidak hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan memberikan solusi melalui proses pendampingan yang baik,”jelasnya.
Leni berharap momentum satu dekade Hari Bakti Pendamping Desa dapat menjadi penyemangat bagi seluruh TPP untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan di desa.
“Kami mengucapkan Selamat 10 Tahun Hari Bakti Pendamping Desa Tahun 2026. Semoga semangat pengabdian ini terus tumbuh dan menjadi energi bagi seluruh TPP untuk bersama-sama mendorong desa menjadi lebih kuat, mandiri dan berdaya,”Akhir Penyampaian Leni

Satu Dekade, Satu Komitmen “Terus Hadir untuk Desa”
Secara Sudut Pandang pada Pendamping Desa, perjalanan sepuluh tahun Pendamping Desa menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Pemerintah desa, masyarakat, pemerintah daerah, pendamping desa dan seluruh pemangku kepentingan harus berjalan dalam satu arah.
Pendamping Desa juga menghadapi tantangan yang terus berkembang. Desa kini dituntut semakin mampu mengelola pemerintahan, keuangan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat serta potensi ekonomi secara profesional dan akuntabel.
Karena itu, 10 Tahun Hari Bakti Pendamping Desa seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni atau ucapan peringatan semata. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa desa membutuhkan pendampingan yang berkualitas, konsisten dan berorientasi pada penguatan kapasitas desa.
Dari Aceh Tamiang, semangat itu terus digaungkan.
TPP Kecamatan Manyak Payed dan TPP Kecamatan Karang Baru yang mewakili seluruh TPP dalam wilayah kerja Kabupaten Aceh Tamiang, bersama perwakilan perangkat kampung, mengucapkan :
“SELAMAT 10 TAHUN HARI BAKTI PENDAMPING DESA TAHUN 2026”
Satu Dekade Mengabdi, Terus Mendampingi, Terus Menguatkan Desa.
Menerobos Waktu, Membangun Desa.
penulis : Andi TPP Tamiang
